Register
Home Jadwal Pilkada 2010
Pasca Pilkada Kota Medan PDF Print E-mail

Akhirnya KPU Kota Medan menetapkan hasil pemungutan suara pilkada tahap kedua yang dilakukan pekan lalu. KPU Kota Medan menetapkan pasangan Rahudman-Eldin memperoleh suara 65,87 persen, unggul atas pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti yang memperoleh 34,13 persen. Dengan demikian, setidaknya menurut pengumuman itu, Rahudman-Eldin menjadi Walikota dan Wakil Walikota di Kota Medan ini.
Pengumuman KPU Kota Medan tersebut memang masih harus menunggu putusan MK yang rencananya akan dilayangkan oleh kubu Sofyan-Nelly. Mereka menuding bahwa terjadi berbagai macam pelanggaran dan kecurangan selama pelaksanaan Pilkada putaran kedua. Mereka mencatat adanya money politics, provokasi untuk mengarahkan pada pasangan tertentu, serta pelibatan birokrasi di dalam upaya memenangkan pasangan tertentu.
Memang di atas kertas, Rahudman-Eldin memiliki jaringan birokrasi. Keduanya adalah mantan birokrat di Balai Kota Medan. Tentunya ada banyak peluang untuk memanfaatkan posisi tersebut untuk memenangkan pertarungan. Tetapi apakah hal itu dilakukan oleh mereka, semuanya akan terbuka dan teruji di persidangan di MK.
Pasangan Sofyan-Nelly yang non-birokrat jelas merasa bahwa posisi mereka amat dirugikan. Padahal pada putaran pertama, keduanya mencatat sebuah harapan bahwa pilkada akan berlangsung terbuka dan bersih. Argumentasi keduanya, jelas akan menjadi pertimbangan kelak di hadapan majelis MK.
Tetapi bahwa pasca pengumuman tersebut kita harus menjaga suasana Kota Medan, itu adalah sebuah keniscayaan. Warga Kota Medan kita harap bisa tenang, setenang ketika pemungutan suara pilkada putaran kedua dilangsungkan. Yang namanya menanti keputusan hukum, jelas semuanya akan memiliki konsekuensi. Kita tidak tahu apakah pilkada Kota Medan ini akan disahkan atau justru hal lain yang akan terjadi.
Namun kita harus mengapresiasi pula bahwa pluralitas Kota Medan sudah terwujud dengan pelaksanaan Pilkada ini. Di atas kertas, pasangan Sofyan-Nelly adalah pasangan pelangi yang kelihatannya tidak punya basis kedekatan dengan satu kelompok pun. Tetapi mereka berhasil melewati para pesaingnya dan terpilih melawan pasangan Rahudman-Eldin pada putaran kedua.
Hal ini menjadi kemenangan warga Kota Medan tentunya. Kepercayaan warga Kota Medan untuk menghantarkan Sofyan-Nelly adalah sebuah modal besar untuk membuktikan bahwa warga Kota Medan cukup dewasa di dalam berpolitik. Kekalahan pasangan ini di dalam putaran kedua memang butuh penjelasan. Tetapi logika politik yang kemudian terjadi, pastilah akan penuh dengan penjelasan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan identifikasi kultural-suku-bahkan terkadang agama. Pada posisi inilah masyarakat Kota Medan kembali pada wujud aslinya, sebagaimana sering terjadi pada daerah lain. Amat jarang figur populis bisa memenangkan putaran kedua kampanye karena pasca putaran kedua akan terjadi rangkaian kampanye yang mengkampanyekan perbedaan-persamaan di antara sesama warga masyarakat.
Begitupun kita harus optimis bahwa rangkaian pilkada yang sangat melelahkan karena memakan ongkos dan waktu yang begitu lama, usai sudah. Kita berharap bahwa sesudah ini yang namanya Kota Medan akan lebih lagi. Apapun yang terjadi, kita berharap bahwa seandainya Rahudman-Eldin kemudian ditetapkan sebagai pemenang, mereka akan membangun Kota Medan dengan lebih baik. Tugas besar mereka menata ulang kebersamaan masyarakat, supaya masyarakat di Kota Medan memberikan simpati dan kepercayaan kepada mereka berdua.
Beginilah harga sebuah pilkada. Kota Medan yang sudah lama hanya dipimpin oleh para pelaksana tugas, kini segera akan mendapatkan Walikota dan Wakil Walikota definitifnya. Semoga ini menjadi sebuah pencapaian setelah melalui proses politik yang tidak mudah.

Sumber : http://hariansib.com/?p=127404